Kamis, 13 Desember 2007

MURMUR JANTUNG YANG DISEBABKAN OLEH KELAINAN KATUP

Murmur pada Stenosis Aorta
Pada stenosis aorta darah disemburkan dari ventrikel kiri melalui sebuah lubang yang sempit di katup aorta. Akibat tahanan terhadap semburan, kadang2 tekanan dalam ventrikel kiri meningkat sampai setinggi 300 mmHg, sedangkan tekanan di aorta tetap normal. Jadi, terbentuk pengaruh pipa semprot yang terjadi selama sistol, dengan darah yang disemburkan dengan kecepatan sangat tinggi melalui lubang kecil di katup. Keadaan ini menyebabkan turbulensi hebat pada darah di pangkal Aorta. Darah turbulen yang mengenai dinding aorta menimbulkan getaran yang hebat, dan murmur yang keras dihantarkan sepanjang Aorta bagian atas dan bahkan ke dalam arteri-arteri besar di leher. Suara ini kasar dan pada stenosis berat kadang-kadang demikian kerasnya sehingga dapat terdengar beberapa kaki dari pasien.

Murmur pada Regurgitasi Katup Aorta
Pada regurgitasi Aorta tidak terdengar selama sistol, tetapi selama diastole, darah mengalir balik dari Aorta ke Ventrikel kiri, menimbulkan murmur”seperti suara meniup”. Yang relative bernada tinggi dan mendesis, serta terdengar secara maksimal diatas ventrikel kiri. Murmur ini disebabkan oleh darh turbulen yang menyembur balik dengan darah yang telah berada dalam ventrikel kiri.
Murmur pada Regurgitasi Katup Mitral
Pada regurgitasi mitral, darah mengalir balik melalui katup mitral ke dalam atrium kiri selama sistol. Keadaan ini juga menimbulkan suara “seperti tiupan” berfrekuensi tinggi dan mendesis yang serupa dengan regurgitasi katup aorta, dan terutama dihantarkan keras ke atrium kiri. Namun atrium kiri terletak dalam sekali di rongga dada sehingga sukar sekali untuk mendengar suara ini tepat diatas atrium. Akibatnya, suara pada regurgitasi mitral dihantarkan ke dinding dada terutama melalui ventrikel kiri, dan biasanya terdengar paling baik di apek jantung.

Murmur pada Stenosis Katup Mitral
Pada stenosis katup mitral, darah mengalir susah payah melalui katup mitral yang mengalami stenosis dari atrium kiri ke ventrikel kiri, dank arena tekanan dalam atrium kiri jarang meningkat diatas 30 mmHg kecuali untuk jangka waktu pendek, selisih dari tekanan yang besar yang mendorong darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri tidak pernah terjadi. Akibatnya bunyi abnormal yang terdengar pada stenosis katup mitral biasanya lemah dan dengan frekuensi sangat rendah sehingga sebagian besar spectrum suara berada di bawah frekuensi terendah dari pendengaran manusia.
Selama bagian awal diastol, ventrikel mengandung sedikit sekali darah dan dindingnya demikian lunak sehingga darah tidak memantul bolak balik diantara dinding-dinding ventrikel. Karena alas an ini, bahkan pada stenosis katup mitral yang hebat sekalipun, sama sekali tidak terdengar murmur selama sepertiga awal diastole. Kemudian, setelah sepertiga awal diastole berlalu ventrikel sudah cukup teregang sehingga darah dipantulkan bolak-balik, dan seringkali mulai terjadi murmur yang bergemuruh rendah. Pada stenosis ringan, murmur hanya berlangsung selama separuh pertama pada bagian kedua dari ketiga bagian diastole, tetapi pada stenosis berat, murmur bias lebih awal dan menetap selama sisa diastole.

Ca Pankreas

Ciri Ca pancreas :

Yang umum ditemukan :

  1. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  2. Nyeri perut
  3. Ikterus obstruktif tanpa nyeri
  4. Asites ganas disertai hepatomegali dengan benjolan ganas

Yang kadang ditemukan :

  1. Obstruksi pilorus/duodenum karena tekanan dari luar
  2. Tromboflebitis migran
  3. Pankreatitis akut
  4. Perdarahan gastrointestinal (erosi duodenum)
  5. Steatorea (karena obstruksi duktus pankreatikus)
  6. DM

Pemeriksaan laboratorium :

  1. tumor pada peri ampular berupa ikterus obstruksi
  2. Kadar bilirubin serum hampir tidak pernah lebih dari 30-33 mg/L
  3. Kadar fosfatase alkali meningkat walau belum terlihat ikterus
  4. Kadar transaminase serum biasanya dibawah 500 unit

Ca Hati

Gejala dan tanda :

Yang lazim ditemukan :

  1. Nyeri perut
  2. Distensi perut
  3. Rasa lelah
  4. Penurunan berat badan
  5. Anoreksia

Yang kadang ditemukan :

  1. Ikterus
  2. Gawat abdomen
  3. Nyeri tulang
  4. Dispnea
  5. Hematemesis atau melena

Pemeriksaan hitopatologi

Didapat peningkatan kadar alfa-fetoprotein

Ca Mamae

Resiko tinggi

  1. Karsinoma mamae ibu atau sodara kandung
  2. Bekas kangker payudara
  3. Tidak ada anak atau anak pertama pada usia lanjut

Tanda dini

  1. Benjolan tunggal tanpa nyeri yang agak keras dengan batas kurang jelas
  2. Kelainan mammografi tanpa kelainan pada palpasi

Tanda lama

  1. Retraksi kulit atau retraksi areola
  2. Retraksi atau inversi puting
  3. Kelenjar aksila dapat diraba
  4. pengecilan mamae
  5. Pembesaran mamae
  6. kemerahan
  7. Udem kulit
  8. Fiksasi pada kulit atau dinding torak

Tanda akhir

  1. Tukak
  2. Kelenjar supraclavikula dapat diraba
  3. udem lengan
  4. metastase tulang, paru, otak, pleura, atau ditempat lain

Ca Ovarium

  1. perdarahan pascamenopouse
  2. Uterus (sering) tidak membesar
  3. tanda lambat :

- uterus membesar

- uterus atau panggul nyeri

  1. sitologi sering tidak ditemukan
  2. diagnosis melalui biopsi atau kuret

Ca colon rektum

  1. perdarahan rektum
  2. darah di feces
  3. Perubahan pola defekasi
  4. pasca defekasi perasaan tidak puas atau rasa penuh
  5. penemuan tumor pada colok dubur

Ca Prostat

Cara penemuan Ca prostat

Kebetulan ketika colok dubur pada penderita asimptomatik

Gejala dan tanda obstruksi uretra

  1. didapatkan pada colok dubur
  2. didapatkan pada pemeriksaan histologik setelah prostatektomi untuk hiperplasia prostat

Gejala dan tanda karena penyusutan kedalam struktur sekitar prostat, seperti rektum (perubahan pola defekasi atau gangguan defekasi).

Gejala dan tanda metastase di tulang

1. Nyeri

2. Patah tulang patologik

Petanda tumor

  1. fosfatase asam prostat
  2. prostate sesific antigen

Ca Paru

Sampai sekarang tidak ada pertanda tumor yang tepat untuk tumor paru. Mungkin hanya pada tumor tertentu, misalnya karsinoid atau kangker paru. Sel kecil kadang ditemukan amin apud (amino precursor uptake and decar boxylatin)